Aktivis Desak Pemkot Makassar Anulir Hasil Seleksi CKS SD dan SMP

Aktivis Desak Pemkot Makassar Anulir Hasil Seleksi CKS SD dan SMP

Radarmakassar.com – Lembaga Antikorupsi Sulsel (LAKSUS) mendesak Dinas Pendidikan Kota Makassar, untuk menganulir hasil seleksi calon kepala sekolah (CKS) untuk tingkat SD dan SMP yang dianggap cacat administrasi tersebut, Jumat (10/9/2021).

Muh Ansar, mengatakan, seleksi CKS ini harus dianulir lantaran diduga terjadi mal administrasi. Dimana ada salah satu peserta yang dinyatakan lolos untuk formasi CKS SD tidak mengikuti tahapan seleksi administrasi serta akademik.

Anehnya lagi, kata Muh Ansar, guru yang dinyatakan lolos untuk calon Kepala SD ini adalah guru SMP.

“Kami melakukan investigasi dan mengumpulkan keterangan. Kami menemukan ada satu peserta CKS yang dinyatakan lolos, tapi tidak ikut tahapan seleksi administrasi serta akademik. Kok bisa ya?. Apa pun dalihnya, seleksi CKS ini harus diulang,” tukas Muh Ansar.

Muh Ansar juga meminta kepada Wali Kota Makassar untuk mengambil keputusan yang tegas, Jika ada oknum yang disinyalir menyalahgunakan wewenang maka harus segera ditindak tegas.

“Ini tidak bisa diteruskan, karena menyangkut mutu pendidikan di Makassar. Seleksi harus berjalan fair dan adil agar tidak terjadi silang perasaan diantara tenaga pendidik. Apabila hasil CKS ini tidak dianulir, maka akan menjadi preseden buruk di dunia pendidikan,” tuturnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Diknas Pemkot Makassar tahun ini, membuka seleksi CKS SD dan SMP dengan kuota yang akan diterima sebanyak 120 calon. Rinciannya, 25 untuk CKS SMP dan 95 untuk CKS SD. Seleksi ini menggandeng Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) dan UNM. Peserta seleksi diikuti ratusan guru SD dan SMP.

Sementara itu, Kabid Management Guru dan Tenaga Pendidik Disdik Kota Makassar, Dr Pantja Nur Wahidin membantah terkait hal tersebut dirinya mengatakan terkait hal tersebut seluruhnya telah memenuhi prosedur yang telah ada.

“Semuanya itu telah memenuhi sistem yang ada, memang kemarin ada yang diikutkan akan tetapi dia merupakan lulusan 2019 karena sesuatu hal makan dia tidak ikut kemarin, dan tahun ini dia ikut akan tetapi beliau sudah menyatakan mundur diri dan tidak ikut karena orang tuanya lagi sakit,” tutupnya. (Nca)

No Responses

Leave a Reply