Sistem Pemerintahan Tak Bisa Berjalan Tanpa Peran Wartawan dan Media

Sistem Pemerintahan Tak Bisa Berjalan Tanpa Peran Wartawan dan Media

Radarmakassar.com – Peran media massa, seperti media cetak di era digital saat ini tampaknya tidak membuatnya tertinggal tapi justru memberikan pengaruh besar dalam mengontrol setiap kebijakan-kebijakan pemerintahan.

Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengakui bahwa menjalankan tugas pemerintahan tanpa adanya peran wartawan dan media pemberitaan, tantu membuatnya merasa kewalahan karena tidak mendapat informasi.

“Kami juga mendapat berita-berita kebakaran semalam, berita-berita anak bermasalah. Kami rasa-rasanya mengalami masalah ketika kami bertugas tanpa adanya teman-teman media,” ujar Sudirman, kemarin.

Menurut Sudirman, pihaknya justru merasa terbantu dengan adanya media massa, khususnya media cetak yang selalu menyajikan pemberitaan yang kompleks dan mempunyai pengaruh besar dalam menyikapi persoalan.

“Tentunya kami sangat terbantukan dengan media massa, cetak, elektronik dan tentu mereka telah mengambil bagian besar dalam urusan-urusan besar ini. Kita tentu berharap kepada teman-teman media,” jelasnya.

Apalagi, kata Plt Gubernur, dalam situasi pandemi Covid-19 ini merupakan tantangan yang cukup rumit bagi para wartawan yang selalu mengungkapkan masalah di permukaan dengan harapan supaya ada solusi melalui kebijakan-kebijakan pemerintah.

“Inilah saatnya membuktikan kembali bahwa peran media di masa pandemi betul-betul sangat dibutuhkan, menghubungkan suatu masalah dengan sebuah solusi adalah peran media yang sangat berat dan sangat besar dari pada teman-teman media,” pungkas Sudirman.

Terpisah, pengamat komunikasi dari Universitas Fajar (Unifa), Muhammad Asdar menilai sebagai pilar ke 4 dalam demokrasi, maka media memegang posisi strategis dalam mengontrol kebijakan publik, termasuk kebijakan Pemprov Sulsel.

“Hampir semua kebijakan daerah lahir dari pengalaman yang disuguhkan oleh media. Sekali lagi media itu ibarat sisi mata uang dengan pemerintah provinsi. Dimana ada kebijakan ataupun regulasi yang tidak berpihak kepada publik maka media akan muncul sebagai agen kontrol kebijakan publik,” jelasnya.

Menurut Asdar, peran media dalam sistem pemerintahan khususnya Pemprov Sulsel telah memberikan kekuatan untuk menguji setiap kebijakan. Olehnya itu, apresiasi Plt Gubernur Sulsel terhadap kinerja media, tentu memberikan kehangatan dalam sistem demokrasi di Sulawesi Selatan.

“Kebijakan Pemprov Sulsel selama ini merupakan kompilasi daya kritik pers yang justru melahirkan tatanan baru mengelolah kebijakan publik. Jadi kegelisahan sekaligus secercah harapan Plt Gubernur Sulsel untuk selalu hidup berdampingan dengan media adalah manifestasi pengejawantahan dari sosok leader.

(Fdl)

No Responses

Leave a Reply