Wujudkan Kesejahteraan Kawasan Transmigrasi, Disnakertrans Bakal Teken Mou dengan Kementerian

Wujudkan Kesejahteraan Kawasan Transmigrasi, Disnakertrans Bakal Teken Mou dengan Kementerian

Radarmakassar.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menerima kunjungan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dalam rangka pembahasan rencana MoU atas pengembangan kawasan transmigrasi Mahalona di Kabupaten Luwu Timur, Kamis (7/10/2021).

Dalam kunjungan tersebut, diterima langsung oleh Kabid Ketransmigrasian Sulsel, Skamrah Syam yang mewakili Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Tautoto.

Syam mengatakan rencana pengembangan kawasan transmigrasi ini melibatkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kabupaten Luwu Timur dan PT Vale sebagai upaya untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah provinsi berkeinginan meningkatkan kesejahteraan yang ada di sana. Karena informasi dari teman-teman, kawasan di sana sudah hidup sebagai desa mandiri, kalau di sana sudah sampai SP 4. Jadi diantara lokasi transmigrasi yang terbesar di Sulawesi Selatan itu ada di Luwu Timur di mahalona,” jelas Syam.

Salah satunya, kata Syam, memberikan ruang kepada masyarakat di kawasan transmigrasi supaya dapat mengembangkan komoditas pertanian di kawasan Mahalona.

“Tujuannya itu untuk pengembangan kawasan transmigrasi di Mahalona, Luwu Timur yang programnya untuk pertanian unggul terus ada hubungannya juga dengan desa mandiri,” ucapnya.

Komitmen Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mewujudkan rasa keadilan di kawasan transmigrasi ini bukan hal yang baru. Syam mengatakan sebelumnya pembangunan jembatan di kawasan tersebut juga sudah pernah dilakukan.

“Kalau untuk daerah mahalona itu sudah berapa kali pengembangan termasuk jembatan, ada jembatan di kawasan transmigrasi mahalona yang menurut informasi rencana mau peresmian pak menteri tapi mungkin ada kegiatan lain sehingga belum jadi,” terangnya.

Kendati demikian, ia mengaku hasil pertemuan dari kunjungan ini belum dapat dipastikan waktu pelaksanaan MoU karena masih menunggu hasil putusan dari pimpinan terkait.

“Hasil dari rapat tadi belum ada kesimpulan karena masing-masing melaporkan dulu sama atasan sebagai pengambil kebijakan. Jadi mungkin rapat tertunda sampai besok pagi sudah ada hasilnya untuk MoU yang akan ditandatangi oleh 4 pihak, kementerian, pemprov, pemkab luwu sama PT Vale,” imbuhnya. (Fdl)

No Responses

Leave a Reply