Wabup Soppeng Bersama Kelompok Tani Sero dan Bejo Indonesia Panen Bawang dari Biji Maserati F1

Wabup Soppeng Bersama Kelompok Tani Sero dan Bejo Indonesia Panen Bawang dari Biji Maserati F1

SOPPENG, -Memastikan produksi bawang merah unggul demi ketahanan pangan, Bejo Indonesia memperkenalkan teknologi baru penanaman bawang dari biji atau dikenal dengan TSS (True Shallot Seed) Ke pemerintah kabupaten Soppeng.

Selain memperkenalkan teknologi barunya Bejo juga mengadakan open day bawang merah biji yang merupakan ajang pelatihan dan diskusi mengenai penanaman bawang merah dari biji varietas Maserati F1,di kampung sero desa marioriaja, kecamatan marioriwawo,kabupaten Soppeng.

Sekedar diketahui Bejo merupakan perusahaan benih yang berbasis di negara Belanda yang dengan mitra distribusinya PT. Agrosid Manunggal Sentosa, berkeinginan untuk memperkenalkan teknologi ini ke petani di Indonesia.

Agung Pratama, Country Manager Bejo di Indonesia mengatakan bahwa pihaknya meperkenalkan teknologi di desa marioriaja di karna lahan dan tekstrunya sangat cocok untuk pengembangan bawa dari biji

Lanjut biji yang di gunakan merupakam Maserati F1 adalah varietas yang menghasilkan umbi yang besar, warna merah yang bagus dan cukup pedas cocok menjadi alternatif bagi petani bawang yang ingin mencoba menanam bawang dari biji,

Untuk mensukseskan misi pengembangan bawang dari biji ini, Bejo tidak dapat bekerja sendirian dan membutuhkan bantuan dari Dinas Pertanian dan provinsi agar teknologi ini sukses dapat dikembangkan sebagai alternatif penanaman oleh petani yang sudah terbiasa menanam dari umbi.

“Sangat gembira sekali karena adanya teknologi penanaman bawang dari biji ini. Maseratif F1 adalah benih bawang merah hibrida yang sesuai dengan keinginan saya untuk menghasilkan bawang yang berkualitas,” ujar Bahktiar.

Petani yang berkesempatan menjadi tuan rumah ajang pertemuan ini dan berkesempatan untuk mencoba penanaman dari biji untuk bawang merah hibrida varietas Maserati F1.

Selain itu Acara ini juga didukung oleh program DHI dan Bejo Indonesia berlangsung sukses dengan menunjukkan kesemua fase penanaman dimulai dari fase persemaian, perpindahan tanam dan fase panen.

Setiap fase ini ditunjukkan agar para petani dan jajaran pemerintahan setempat dapat mengetahui bagaimana Bawang merah dari biji menghasilkan produktifitas yang baik dibandingkan dengan bawang dari umbi.

Sementara Wakil bupati Soppeng Ir Lutfi halide mengatakan dengan adanya teknoligi dari Bejo sangat membantu dengan masyarakat dan para petani.

Menurutnya bahwa petani sangat antusias menanam bawang merah akan tetapi harga bibit sangat yang mencapai Rp50 juta perhaktarnya denga teknlogi Bejo ini bisa mengurga bibit hingga mencapai Rp15 juta.

“Petani kita sangat antusias untuk tanam bahwa merah akan tetapi harga bibinya mahal tapi dengan ada biji dari Bejo ini bisa membantu petani bawang kita di kampung sero ini,” katanya.

Dirinya berharap dengan adanya teknologi ini bisa membantu para petani dan bisa menjadi pengembangan bawang merah di Soppeng.

“Semoga dengan teknlogi bisa membantu para petani kita dan Soppeng bisa menjadi sentra pengembang bawa merah,” harapnya.

Acara berlangsung dengan menetapkan prosedur kesehatan dan diakhiri dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba selama program pelatihan dilangsungkan.(*)

No Responses

Leave a Reply