Friday 28th January 2022

Istri GS Bantah Suami Disebut Pencuri lalu Ditembak

Radarmakassar.com – ST (29), membantah saat aparat Kepolisian Reskrim Polres Barru yang menyebutkan Suaminya bernama GS sebagai pelaku tindak pidana kejahatan pencurian.

ST menyebutkan sang suaminya hanya setiap hari bekerja sebagai sopir rental, bukan merupakan seorang pelaku pencurian yang dituduhkan oleh aparat kepolisian.

“Gassing (suamiku) sudah lama memang jadi Sopir, sebelum saya menikah sama memang dia sudah jadi Sopir bukan pencuri,” ucapnya saat ditemui Jalan Baji Pangaseng Makassar, Senin (18/10/2021).

Ia menceritakan sebelum suaminya ditangkap pihak Polres Barru lantaran disebut sebagai pelaku pencurian, Awalnya suaminya menerima telpon pria bernama Arman dan memintanya untuk mengambil barangnya (hasil curian) di Wilayah Barru.

“Pertamanya kan dia ditelpon sama ARM (Pemilik Barang) untuk sewa itu Mobil sama dia Rp700 untuk dipake ambil itu barang (besi tua diduga hasil curian) di Barru,” tuturnya.

Saat itu, Kata ST sang suami sempat menolak hal tersebut meski ARM menyebutkan besi tua yang diminta untuk diambil wilayah Barru itu telah dibayarkan ke pemilik.

Namun, GS masih enggan untuk menerima hal itu, tak berselang lama seorang pria yang diduga bernama AR alias Dolleng yang tak lain disebut anak buah dari ARM mengancam dirinya akan bertindak tegas ketika dirinya tak menerima permintaan itu.

“Dia takut karena diancam mau dikeroyok oleh suruhannya ARM, jadi dia terpaksa pergi,” sebutnya.

Lebih lanjut, ST mengatakan saat itu GS bersama sang anak yang masih berstatus pelajar menuju lokasi tersebut, sesampainya di lokasi Arman dan rekannya pun menaikkan barang diduga hasil curian keatas mobil GS.

“Pas di lokasi suamiku tidak turun untuk kasih naik itu barang dia hanya menunggu di atas mobil karena diakan Sopir hanya cari uang sewa yang dimaksud,” katanya.

Saat ketika mobil mulai berjalan, tiba – tiba mobil Patroli diduga milik aparat Kepolisian pun mengejar, GS yang merasa takut itu pun melaju kencang menuju arah Kota Makassar dan saling Kejar-kejaran itu pun terjadi.

“Saat mobil berhenti (di wilayah Pangkep) suamiku lari karena dia takut ditangkap, karena merasa tak ada salah, dia hanya Sopir yang dirental, suamiku tidak tau bahwa ini barang curian,” pungkasnya.

Sementara, Kuasa Hukum GS, Farid Mamma menyayangkan tindakan yang dilakukan aparat Polres Barru dengan melumpuhkan kliennya dengan peluru tajam yang disebut tak menahu persoalan pencurian tersebut.

“Tindakan Polres Barru itu sudah sewenang – wenang pada klien saya, apakah karena kline saya lari dia langsung ditembak, Klien kami ini hanya bekerja karena dia disewa,” Kata dia.

Akibat Kejadian itu, kata Adik Kandung Mantan Waka Bareskrim Polri Irjen Pol (Purn) Syahrul Mamma menyebutkan saat ini lengan dari kliennya tersebut sudah tak berfungsi normal lagi.

“Akibat tembakan pada bagian lengan klien kami, saat ini lengannya tak bisa lagi berfungsi alias cacat seumur hidup dan saya akan tuntut polisi yang menembak dan memerintahkan untuk mempertanggungjawabkan sebab klain kami sudah dirugikan dan tidak bisa lagi menggerakkan tangan,” paparnya.

Oleh itu, Ia pun menyebutkan dalam waktu dekat dirinya akan melaporkan kejadian itu kepada Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Direktorat Profesi dan Pengamanan Polisi Polda Sulsel.

“Kami harap Kapolda Sulsel mengatensi dan memeriksa pihak Polres Barru, GS ini dari dulu memang Sopir dalam waktu dekat juga kami akan praperadilankan kasus ini di PN Barru,” tegasnya.

Sementara, Kapolres Barru AKBP Liliek Tribhawono yang dikonfirmasi terkait kasus tersebut masih belum merespon terkait kasus tersebut.(nca)

No Responses

Leave a Reply