Friday 28th January 2022

Tuduhan Tak Terbukti, Insignia Justru Hadirkan Hunian Terbaik di Timur Indonesia

Radarmakassar.com – Pandemi Covid-19 telah membuat hampir semua sektor bisnis mengalami masa-masa sulit, termasuk properti. Membuat proses penyelesaian pembangunan perumahan terlambat sehingga berakibat pada tertundanya serah terima unit dengan konsumen.

Hal tersebut turut dialami pengembang perumahan Insignia Oasis. Keterlambatan tersebut membuat mereka berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen, yakni dengan menjalankan semua ketentuan dalam Perjanjian Perikatan Jual Beli (PPJB).

Selain itu, terdapat benefit tambahan yang diberikan kepada konsumen dengan meningkatkan kualitas material dan bahan bangunan (upgrade) dengan nilai puluhan hingga ratusan juta rupiah setiap unit.

Dalam beberapa kesempatan, PT. Bumiprima Jaya (BPJ) selaku Developer dari brand Insignia Oasis mengundang seluruh konsumen untuk berdiskusi dan berdialog serta menyampaikan progress pembangunan sebagai akibat force majeure Covid-19 dan menyampaikan komitmen untuk menyelesaikannya dengan baik.

Namun demikian, sangat disayangkan, atas semua upaya tersebut, terdapat 10 orang konsumen yang merasa tidak puas dan secara bertubi-tubi menyebarkan informasi yang sesat dan memberikan tuduhan yang tidak berdasar yang sangat merugikan Insignia, seperti menuduh Insignia melakukan penipuan karena terlambat serah terima, juga menuduh Insignia melakukan pelanggaran hukum perlindungan konsumen.

Puncak dari semua tuduhan tersebut, pada tanggal 5 Juni 2021, Pengembang Perumahan Insignia Oasis digugat oleh 10 Konsumennya di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Makassar. Tuntutan dan tuduhannya sama seperti yang sebelumnya disampaikan.

Dalam proses persidangan tersebut, DNT Lawyers selaku kuasa hukum dari Insignia Oasis menjelaskan bahwa Insignia Oasis telah melaksanakan semua ketentuan dan kewajiban sesuai dengan Pejanjian Perikatan Jual Beli (PPJB), dan telah menyediakan air untuk Para Konsumen sesuai standar PDAM, serta melakukan peningkatan kualitas pelayanan untuk para konsumen.

“Kami sudah penuhi kewajiban kami sesuai PPJB, dan air di perumahan Insignia Oasis juga sudah sesuai standar PDAM. Seperti rekan-rekan lihat, Perumahan Insignia sangat Indah, bisa jadi yang terbaik di Timur Makassar,” ujar Pahrur Dalimunthe, salah satu Kuasa Hukum Insignia Oasis.

Boris Tampubolon, kuasa hukum Insigna Oasis lainnya juga menambahkan, permasalahan tersebut sudah beres. “Udah banyak konsumen yang serah terima dan tinggal di sana, gak ada lagi komplain-komplain soal itu,” tambahnya.

Setelah dilakukan 3 kali persidangan, BPSK Makassar mengeluarkan Surat Keterangan Nomor: 01/S.Ket/BPSK/IX/2021 tertanggal 03 September 2021 yang intinya menerangkan bahwa pengaduan 10 Konsumen tersebut tidak dapat dilanjutkan.

Boris Tampubolon menilai Keputusan BPSK tersebut dinilai tepat. “Keputusan BPSK itu sudah tepat karena tuduhan yang disampaikan kepada klien kami tidak berdasar sama sekali dan sedari awal memang tak perlu lah sampai bawa-bawa ke BPSK, toh akhirnya gak bisa dilanjutka,” terangnya.

Perlu diketahui sejak April 2021 masa-masa sulit tersebut sudah bisa diatasi, secara bertahap ratusan konsumen sudah menerima rumahnya dan telah puas dengan kualitas hunian yang diberikan oleh Insignia Oasis.

Insignia Oasis merupakan brand hunian terbaru yang dikembangkan oleh PT. Bumiprima Jaya (BPJ). Lokasi perumahan berada dalam Kawasan Strategis Nasional Mamminasata yang dibelah oleh rencana outerring road yang mana saat ini menjadi salah satu wilayah paling padat di Timur Makassar.

Lokasi yang sangat strategis, serta akses yang mudah menjangkau ke banyak tempat di Makassar dan sekitarnya, serta dikembangkan oleh Developer terpercaya yang sudah lama dikenal dengan produk perumahan premium berkualitas menjadikan produk Insignia Oasis sebagai produk hunian dengan tingkat potensi investasi yang sangat tinggi.

Untuk produknya sendiri, semua tipe rumah mengusung konsep rumah sehat, yaitu semua fungsi ruang memiliki/mendapatkan pencahayaan alami dan aliran udara yang memadai (sun light and fresh air).

Setiap kelompok blok rumah memiliki fasilitas collective garden (taman bersama), yang hanya dapat diakses melalui pedestrian belakang rumah (collective garden access) yang hanya boleh dilalui oleh pedestrian penghuni rumah saja.

Produk pertama yang dikeluarkan oleh Insignia adalah “Cluster the Premiere”. Cluster ini terdiri dari 764 rumah dengan 4 tipe pilihan rumah.

Kedepan, BPJ berencana mengembangkan perumahan dengan konsep one stop living diatas lahan 80 hektar, yang terdiri atas hunian, ruko, dan pusat keramaian, tentunya dengan lokasi premium, view gunung dan sungai tallo yang truly refreshing sebagai terjemahan dari refreshed living, tag line produk insignia oasis.(fdl/wah)

No Responses

Leave a Reply