Friday 28th January 2022

Halte BRT di Makassar Terbengkalai

Radarmakassar.comBus Rapid Transit (BRT) Trans Mamminasata gagal menjadi pilihan transportasi utama masyarakat Kota Makassar dan se kitarnya. Damri sebagai operator mengaku BRT sepi peminat sehingga mereka terus merugi sejak mulai berjalan pada tahun 2014 lalu. 

Kegagalan BRT Trans Mamminasata tergambar dari kondisi halte bus yang tak terawat. Dari rencana awal sebelas koridor, BRT hanya sempat beroperasi di lima koridor sebelum tiga dihentikan. M menyebabkan banyak halte yang tidak terpakai.

“Itu aset Pemerintah Provinsi (Sulawesi Selatan), tapi dipakai kami dalam operasional BRT,” kata General Manager Perum Damri Cabang Makassar, M Ilyas Haryanto. 

Dari sejumlah halte bus yang berdiri di jalan-jalan protokol, hampir semua dalam kondisi yang sama. Sebagai contoh, halte bus di depan Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani. Dinding banyak coretan. Pada lantainya sudah berlubang.

Meski bangunan masih utuh, halte tampak tak terurus. Di sejumlah bagian dinding terdapat coret-coret. Pada bagian besi tangga dan pegangan juga mulai terlihat muncul karatan.

Kesan buruk pada tampilan halte juga disertai bau yang menyenangkan. Di sekeliling halte tercium aroma pesing. Tak sedikit halte BRT menjadi tempat berteduh bagi anak jalanan dan juga menjadi lahan untuk berjualan.(*) 

(*) reporter warga: M. Aditya A (Mahasiswa UIN Alauddin Makassar)

No Responses

Leave a Reply