Friday 28th January 2022

Gelar Reses, Andi Pahlevi Komitmen Benahi Masalah Infrastruktu dan Persampahan

RADAR, MAKASSAR – Anggota Komisi C DPRD Makassar, Andi Pahlevi melakukan Reses Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2021/2022, di lima kecamatan yang terbagi menjadi enam titik berbeda. Hal ini digelar selama 3 hari, mulai 28 Oktober – 30 Oktober 2021.

Ia menjelaskan, reses merupakan kegiatan yang dilakukan anggota dewan untuk turun langsung menemui masyarakat di Dapilnya masing-masing.

“Reses itu bukan berhenti berkegiatan, tapi kita disuruh turun ke masyarakat untuk mendengarkan aspirasi, keluhan, dan ide masyarakat. Karena terkadang ide masyarakat lebih bagus dibanding kami yang ada di legislatif dan eksekutif, karena masyarakatlah yang lebih tahu kondisi yang ada,” ujarnya usai menggelar reses, Sabtu (30/9/2021).

Andi Pahlevi menjelaskan, masalah persampahan di Makassar menjadi salah satu yang paling banyak dikeluhkan, apalagi mengenai retribusi.

Pasalnya, ada perbedaan antara kelurahan satu dengan kelurahan lainnya mengenain kebijakan pembayaran retribusi.

“Retribusi sampah menjadi masalah tersendiri karena ada kelurahan yang menarik (retrubusi), ada kelurahan yang tidak bayar. Saya pikir ini pekerjaan rumah tersendiri buat pemerimtah kota bagaimana untuk menseragamkan itu, supaya tidak terjadi polemik di masyarakat,” katanya.

Selain itu, keluhan terkait sampah juga datang dari kelurahan Layang, menurut mereka petugas pengangkut sampah terkesan tidak raham dan sering kali membiarkan jenis sampah tertentu tidak diangkut.

Mendengar keluhan ini, Andi Pahlevi lalu berjanji untuk mendiskusikan hal itu kepihak kecamatan dan kelurahan.

“Ada disampaikan keluhan warga, petugasnya yang kurang bagus kinerjanya, itu yang akan kita sampaikan. Karena di kecamatan dan kelurahan lain ada juga persoalan serupa, itu langsung dia ganti,” katanya

Lanjutnya, infrastruktur juga menjadi hal paling sering dikeluhkan, apalagi mengenai pengerukan drainase, atau perbaikan jalan paving blok.

“Kalau persoalan infrastruktur kan saya pikir kita sisa lihat bagaimana penanganan dari pihak terkait (Dinas PU) untuk infrastruktur ini, apalagi mengantisipasi banjir di musim hujan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa drainase yang sudah lama tidak dilakukan normalisasi, lantaran dana pengerjaan infrastruktur di tahun 2020 dialihkan ke anggaran Covid-19.

“Ada yang drainasenya itu memang sudah lama tidak dilakukan normaliasasi jadi sedikennya sudah banyak yang harus diangkat, jadi untuk mengantisipasi banjir dan musim hujan,” katanya.

Legislator dua priode ini juga mendapatkan keluhan terkait keamanan, karena sering terjadi perang kelompok, dibeberapa daerah, seperti Kelurahan Bunga Eja Beru dan Kelurahan Patingalloang.

“Intinya adalah dibeberapa wilayah sekarang, lagi marak tawuran antar warga, jadi kita harap petugas keamanan dan para tokoh masyarakat bisa duduk bersama mencarikan solusi, karena menurut kami untuk menyelesaikan itu harus ada diskusi yang berkelanjutan supaya persoalan bisa diselesaikan dengan baik,” katanya

Namun dari infromasi yang ia dapatkan, di Kecamatan Tallo, pihak TNI – Polri telah mendamaikan dua kelompok yang sering melakukan tawuran.

“Tapi Alhamdulillah pihak kemanan dan kepolisian – TNI bekerja maksimal. Terkhir informasinya sudah ada perdamaian dan harapan warga ini bisa seterusnya berlangsung,” pungkasnya.

Ia pun berjanji, akan meneruskan berbagai keluhan ini ke pihak Eksekutif, dalam hal ini Pemerintah Kota Makassar, untuk mengawal aspirasi rakyat.

“Kita akan sampaikan ke pihak eksekutif, supaya hasil reses ini dikawal dengan baik. Karena hal ini merupakan aspirasi langsung dari masyarakat supaya bisa dimaksimalkan,” tutupnya

Diketahui, Andi Pahlevi menggelar reses di enam titik berbeda, yaitu di Jl Tinumbu Lr 142, Jl Sunu Kompleks Unhas, Jl Kandea, Jl Tinumbu Lr 144, Jl Kandea 2, Jl Pangeran Diponegoro 311, dan Jl Bandang 12.(**)

No Responses

Leave a Reply