Friday 28th January 2022

Inovasi KOMPAK Berhasil Dorong Layanan Dasar di Sulsel

Radarmakassar.com – Pemerintah Australia melalui Program Kolaborasi Masyarakat Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) yang telah bergulir sejak 2015 telah berhasil mendorong dan meningkatkan layanan dasar di Sulawesi Selatan.

Berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Program KOMPAK telah menjangkau Kabupaten Bantaeng dan Pangkep dalam upaya melakukan perbaikan layanan dasar untuk mengentaskan kemiskinan dan akan berlangsung hingga 2022 mendatang.

Team Leader KOMPAK, Anna Winoto mengatakan program yang dijalankannya berkontribusi terhadap pengurangan kemiskinan melalui perbaikan akses dan perbaikan kualitas layanan mencakup pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan (adminduk).

“Program KOMPAK sendiri sudah enam tahun dan akan berakhir di bulan Juni 2022. Ini program kerjasama Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia yang tentu ada masa waktunya. Tapi intervensi kegiatan yang kita lakukan bersama sejak tahun 2015,” ujar Anna dalam Forum Inspirasi Sulsel yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Kamis (11/11/2021).

Di Kabupaten Bantaeng, KOMPAK hadir mengawal peningkatan kepemilikan adminduk melalui inovasi Layanan Adminduk Berbasis Kewenangan Desa (LABKD).

Pada 2016-2017, hanya 40 persen dari warga Desa Rappoa yang memiliki adminduk dan kini kepemilikan dokumen kependudukan itu meningkat menjadi 85 persen di 2020, khususnya pada akte kelahiran penduduk setempat.

Selain itu, Kabupaten Pangkep didukung oleh KOMPAK hadir melalui penguatan inovasi “Kelas Perahu” yang telah teruji dan membantu pemerintah dalam mengurangi anak nelayan putus sekolah, dari 2,25 persen di 2016-2017 menurun menjadi di bawah 1 persen untuk tahun 2021.

Ada juga inovasi “Perahu Sehat Pulau Bahagia” (PSPB) yang mempermudah akses masyarakat pulau di Kabupaten Pangkep dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar berkualitas.

“Intinya, semua lokasi KOMPAK di mana ada dukungan untuk Adminduk, kami bersama mitra memfasilitasi dan memastikan ada peningkatan cakupan di seluruh lokasi, khususnya di 24 kabupaten,” ujar dia.

Sementara itu, lanjut Anna, dari sektor kesehatan dan pendidikan, KOMPAK tidak selalu ada di semua lokasi. Seperti hadir di Pangkep tetapi tidak di Bantaeng.

“Jadi pertama kita lihat secara keseluruhan apa saja permasalahan yang ada sebab kami (KOMPAK) tidak mungkin bisa membantu seluruh masalah,” tambahnya.

Sementara itu, melalui Forum Inspirasi Sulawesi Selatan, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman memberikan penghargaan inovasi kepada Bupati Bantaeng dan Bupati Pangkep.

Penghargaan ini diberikan karena berhasil melahirkan dan melaksanakan inovasi-inovasi yang berdampak pada peningkatan kualitas layanan dasar dan model pengumpulan aspirasi masyarakat.

“Menurut kami, meningkatkan kualitas layanan dasar akan berkontri pada penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Selatan. Kolaborasi antara Pemprov Sulsel bersama Kompak mampu berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan dasar khususnya di Kabupaten Pangkep dan Bantaeng,” ucapnya.

Menurut Sudirman, tantangan pembangunan di Sulsel adalah memastikan masyarakat miskin dan rentan memiliki akses pada layanan dasar khususnya pendidikan, kesehatan dan layanan administrasi kependudukan.

“Selain itu kami perlu memastikan keterlibatan masyarakat miskin dan rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, anak dan kelompok marginal lainnya untuk terlibat dalam proses perencanaan dan penganggaran sehingga membangun daerah semakin responsif, inklusif, akuntabel dan transparan serta menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.(Fdl)

No Responses

Leave a Reply