Friday 28th January 2022

Kasus Alkes RS Ibu dan Anak Siti Fatimah, Polda – BPK Audit Bersama

Radarmakassar.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) melalui Bidang Tindak Pidana Korupsi melakukan Audit bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait Aroma dugaan tindak pidana Korupsi pada Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah.

Kepala Sub Bidang III Tipikor Ditkrimsus Polda Sulsel, Kompol Fadli membenarkan perihal pihaknya melakukan Audit bersama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kasus dugaan tindak pidana Korupsi pada Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar.

“Minggu lalu BPK dan Polda audit bersama terkait Kasus Alat Kesehatan (Alkes) RS Fatimah,” ucapnya saat dihubungi melalui via telepone, Rabu (10/11).

Kata dia, pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit Siti Fatimah tersebut diduga terjadi dugaan tindak pidana Korupsi dalam hal ini Mark Up anggaran.

“Alkes Modusnya Mark Up dan Black Market,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fadli menyebutkan dalam kasus ini total sebanyak 30 orang saksi telah di periksa oleh penyidik Tipikor Polda Sulsel guna mengusut tuntas perkara tersebut.

“Sudah 30 orang yang diperiksa, total pagu anggarannya itu 20 Milyar,” sebutnya.

Ia menambahkan, kasus tersebut saat ini menanti hasil audit dari Badan Pemeriksaan Keuangan guna menentukan para tersangka dalam kasus tersebut.

“Kasusnya sudah penyidikan, tinggal kita menetapkan tersangka setelah audit PKN BPK keluar,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Lembaga Anti Korupsi Sulsel, Muhammad Ansar mendukung upaya Polda Sulsel dalam mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Alkes RS Ibu dan Anak Fatimah.

“Kami tentunya mendukung upaya Polda Sulsel dalam membrantas tindak pidana Korupsi, akan tetapi Polda Sulsel juga harus komitmen dalam penuntasan kasus korupsi, salah satunya Alkes RS Fatimah ini yang menelan anggaran 20 Milyar,” tegasnya.

Ia berharap nantinya, penyidik Bidang Tindak Pidana Korupsi Ditkrimsus Polda SulselTV untuk tidak ragu menyeret pihak-pihak yang terlibat dalam Mark Up anggaran pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah.

“Kami berharap penyidik Polda untuk tidak ragu menetapkan tersangka dan menyeret semua yang terlibat dalam kasus ini, dan kami mengajak seluruh aktivis Anti Korupsi Sulsel untuk mengawal kasus ini,” tutupnya. (Nca)

No Responses

Leave a Reply