Friday 28th January 2022

Legislator Rezki Bahas Nilai Kebangsaan di Manggala

RADAR, MAKASSAR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sulawesi Selatan, Rezki Mulfiati Lutfi, kembali melakukan turun ke masyarakat yang ada di Kota Makassar.

Kali ini, Legislator Fraksi NasDem DPRD Sulsel tersebut, turun ke masyarakat dalam rangka Sosialisasi Nilai-nilai Kebangsaan (Sosbang), tepatnya di Batua Raya III, Kelurahan Batu, Kecamatan Manggala Makassar, Sabtu (13/11/2021).

Kegiatan Sosbang ini dihadiri Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan masyarakat di wilayah Batua Raya. Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

Dalam sambutannya, Rezki menuturkan bahwa, kegiatan Sosbang yang dilaksanakan oleh Anggota Dewan Sulsel tersebut, baru tahun ini diadakan atau programkan.

“Kenapa, karena nilai-nilai kebangsaan ini ada beberapa poin-poinnya. Salah satunya terkait persoalan keagamaan,” tutur Kiki sapaan akrab Rezki.

Pada kesempatan tersebut, Wakil ketua Komisi E DPRD Sulsel ini kembali mengajak seluruh masyarakat yang ada agar tidak takut di Vaksin Covid-19.

“Ini sangat penting ya, bagaimana kita mau mencapai herd immunity kalau warganya tidak ada kesadaran untuk vaksin,” ujarnya.

“Tapi alhamdulillah kemarin di kota makassar pak Wali mengatakan makassar sudah mencapai 75 persen warganya sudah vaksin,” tambah Kiki.

Meski demikian lanjutnya, masyarakat makassar yang belum menerima vaksin agar segera melakukan vaksinasi, karena semua jenis vaksin telah tersedia di Makassar.

“Jadi saya berharap 25 persennya tidak vaksin, karena tidak ada alasan lagi maupun vaksin apa pun sudah tersedia di puskesmas di Makassar,” terangnya.

Ia juga menegaskan bahwa, tidak mungkin vaksin ini di wajibkan, kalau memang tidak bermamfaat buat kita semua. “Jadi memang itu sangat perlu adanya vaksin imi untuk warga masyarakat,” tegas Kiki.

Sementara itu kata dia, terkait dengan banyak beredar berita-berita Hoax tentang vaksin. Menurutnya, masyarakat harus memilah-milqh berita, baik di media sosial maupun media online.

“Jadi kita harus pintar-pintar memilah. Selain itu, memang kita perlu pendekatan lebih kepada masyarakat dengan cara berbeda,” tutupnya.(kas)

No Responses

Leave a Reply