Bank Mega Cabang Gowa Digugat ke PHI

Bank Mega Cabang Gowa Digugat ke PHI

Radarmakassar.com – Surat Mutasi Yang dikeluarkan Bank Mega Terhadap karyawannya, Nurul Wulandari Checklists Memverifikasi PADA meja Negara hijau Pengadilan Hubungan Industrial Makassar.

Awalnya, Wulan diangkat sebagai karyawan tetap pada Juli 2017 di Kanwil Bank Mega Makassar dengan menggunakan posisi petugas akuisisi. Selama 3 tahun menduduki jabatan sebagai penggunaan, Wulan mendapatkan jabatan dari kantor pusat sebagai retail funding officer di kantor Bank Mega Cabang Gowa.

Hanya saja, Wulan tidak mencapai target akibat situasi pandemi covid 19. “Kita bekerja dalam keadaan terbatas, apalagi untuk melakukan mobile dan pertemuan dengan calon nasabah,” sebut Wulan kepada wartawan, Jumat (19/11).

Baru 2 bulan bekerja di cabang Gowa, Wulan disodorkan surat kesepakatan kesanggupan memperbaiki kerja (KKMK) yang isinya antara lain, jika pekerja tidak siap untuk mengajukan pengunduran diri dan tidak menuntut pesangon atau lainnya. Tapi Wulan menolak.

Setelah gagal mendapatkan tandatangan Wulan pada surat KKMK, 2 bulan kemudian Bank Mega kembali mengeluarkan surat mutasi ke cabang Parepare tertanggal 30 Juni 2020 dan aktif 1 Juli 2020.

Wulan juga menolak mutasi tersebut. Pasalnya, baru dipindahkan 4 bulan dari Kanwil Makassar ke cabang Gowa.

“Kalau saya memang tidak mencapai target, mengapa tidak dilakukan pemecatan saja,” tegas Wulan kepada awak media.

Ia juga menambahkan salah satu alasan mutasinya karena dirinya sedang dalam kondisi hamil tua, 7 bulan.

Ketua Tim Kuasa Hukum Wulan, Hari Sakti Zabri mengatakan, mengeluarkan surat mengeluarkan yang tidak jelas itu hanya akal-akalan saja, agar tidak mengeluarkan surat PHK dan tidak mudah untuk membayar pesangon atau sejenisnya.

“Karena pihak Bank Mega sebelumnya memaksa klien kami untuk membuat surat KKMK alias surat jebakan,” jelasnya.

Tim kuasa hukum Wulan telah mengirimkan undangan bipartit kepada Bank Mega cabang Gowa.

“Kami juga telah menghadiri acara mediasi di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Prov Sulsel, namun pihak Bank Mega sekalipun tidak pernah hadir dalam mediasi tersebut sampai dikeluarkannya rekomendasi dari Disnaker, sehingga kami mengajukan gugatan PHI ini tertanggal 19 November 2021,” pungkasnya.

No Responses

Leave a Reply