Solmet Sesalkan Isu Sesat PCR Gate dan Desakan Resuffle Kabinet oleh Relawan Jokowi

Solmet Sesalkan Isu Sesat PCR Gate dan Desakan Resuffle Kabinet oleh Relawan Jokowi

JAKARTA, — Komunitas Relawan Jokowi yang tergabung dalam Solidaritas Merah Putih (SOLMET) menyesalkan gerakan sekelompok relawan Jokowi yang menghembuskan isu sesat PCR Gate.

Tak hanya itu Solmet juga menyesalkan adanya tuduhan kepada Meneg BUMN Erick Thohir, Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, Pengusaha Boy Thohir(Adaro Group) dan Arsjad Rasjid(Indika Group) melakukan Korupsi dan Abuse of Power atas pemberlakuan Test PCR kepada penumpang pesawat udara.

Yang mana isu ini dihembuskan gegara Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, Pengusaha Boy Thohir dan Pengusaha Arsjad Rasyd mendirikan perusahaan PT Genomik Solidaritas Indonesia (PT.GSI) yang menjadi operator layanan Test PCR.

Padahal perusahaan ini didirikan dengan maksud mulia yang mana keuntungannya untuk pemasukan Yayasan Adaro(Boy Thohir), Yayasan Indika(Arsyad Rasyid)dan CSR dari PT Toba Bara Sejahtera/PT Toba Bumi Energi(Luhut Binsar Panjaitan) dan semua keuntungannya diperuntukan sebagai Donasi untuk penanganan Covid 19 dan tidak untuk meraup keuntungan secara pribadi.

Apalagi kuota Test PCR PT.GIS hanya 2,5 % dari total kuota Test PCR yang diambil perusahaan perusahaan swasta lain secara nasional.

“Tuduhan dan Fitnah ini sangat kejam dan tanpa dasar yang jelas.
Padahal kita tahu selama ini keempat orang ini adalah Filantropis yang dengan tulus menyumbang tenaga dan materi untuk membantu rakyat dan pemerintah bahkan sebelum Covid 19 ada mereka sudah berbuat banyak untuk rakyat,” tegas Sekjen Solidaritas Merah Putih Kamaludin SE dari Sekretariat DPN SOLMET di bilangan Pancoran Jaksel dala. keterangannya diterima Radarmakassar.com, Kamis 25 November.

“Dan juga kedua menteri ini termasuk menteri yang menjadi ujung tombak perjuangan Presiden Jokowi menangani krisis ekonomi dan kesehatan karena Covid 19 selain menteri menteri yang lain,TNI,Polri,Relawan dan Para Tenaga Kesehatan,” tambahnya.

“Jujur saja kalo mereka mau korupsi ngapain ambil dari bisnis PCR. Dengan kewenangan Menteri Erick Thohir dan Menko Luhut, mereka bisa saja Bancakan dana APBN di Kementriannya atau menjarah BUMN. Kami percaya mereka mereka ini adalah orang orang yang berdedikasi dan berjuang dengan tulus,” katanya lagi.

Harusnya, lanjut Kamaluddin, sebagai relawan memberikan penghargaan kepada apa yang mereka kerjakan dan mereka sumbangkan. Juga harusnya Relawan dan Pembenci Jokowi yang menggoreng isu ini paham bahwa penerapan pemberlakuan Test PCR untuk penumpang ini diambil dalam rapat kabinet yang dipimpin Presiden Jokowi supaya penyebaran Covid 19 bisa melandai.

“Jadi bukan kemauan dan kepentingan kedua menteri itu dan segelintir pengusaha. Kami dari Solmet dan juga beberapa komunitas relawan Jokowi menyesalkan isu yang dihembuskan dan digoreng relawan Jokowi sendiri,” tegas Sekjend Solmet.

Isu ini kata Kamaluddin akan menjadi amunisi para pembenci Jokowi untuk melakukan pembusukan dan fitnah kepada Presiden dan kabinetnya agar agenda Presiden gagal dalam menangani Covid 19 juga agenda agenda Presiden untuk rakyat dan kemajuan bangsa.

“Apalagi isu PCR Gate ini sengaja dihembuskan supaya Presiden mencopot Menteri Erick Thohir dan Menteri Luhut. Kami dari Solmet telah melakukan Check dan Richeck serta Investigasi atas kasus PCR Gate ini dan Juga motif dibalik gerakan mengintervensi Presiden untuk melakukan Resuffle Kabinet. Dan kami berkesimpulan tidak ada yang salah,” tegasnya.

Olehnya itu, Solidaritas Merah Putih menyarankan KPK, Kepolisian, Kejaksaan dan Juga Presiden untuk mendalami dan mengambil tindakan apabila terjadi kesalahan dan tidak perlu diumbar dan digoreng di Media dan Aksi Aksi demo yang tidak jelas maksud dan tujuannya.

Dari kasus ini, Solmet mengindikasikan adanya gerakan dari Relawan Jokowi yang didasari niat terselubung untuk menjadi Menteri dan posisi tawar menjadi Komisaris Utama di beberapa BUMN besar. Padahal mereka sudah mendapat jabatan di sejumlah Kementrian dan BUMN tapi merasa kurang saja.

“Sebagai relawan yang juga berjuang bukan lagi hanya berkeringat tapi juga berdarah darah mendukung Pak Jokowi sejak 2014 dan 2019 kami merasa malu dan terhina dengan agenda agenda busuk mereka ini. Mereka ini adalah Brutus Brutus yang telah membajak agenda agenda perjuangan Presiden dan Kabinetnya,” tegas Kamaluddin.

Solmet dan beberapa komunitas relawan yang masih idealis akan terus berjuang mendukung Presiden Jokowi.

“Untuk Para Menteri dan Bapak Presiden tetaplah semangat berjuang untuk Rakyat. Kami Solmet dan Jutaan Relawan Pendukungmu tetap setia mendukung hingga akhir tanpa minta imbalan apapun,” tegasnya.

Solmet menegaskan hanya ingin bekerja dibawah komando Presiden Jokowi dan berharap bangsa Indonesia bisa sukses melewati Pandemi Covid 19 serta bisa menyelesaikan agenda agenda untuk Rakyat dan kemajuan Bangsa hingga 2024. “Semoga Tuhan yang Maha Kuasa menyertai kita semua Bangsa Indonesia” tutup Kamaludin.(*)

No Responses

Leave a Reply