Friday 28th January 2022

Program Listrik Desa dan Electrifying Agriculture, PLN Nyalakan Mimpi Masyarakat

Radarmakassar.com – Komitmen PT PLN UIW Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulselrabar) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui program listrik desa terus dioptimalkan.

Salah satunya dibuktikan dengan total anggaran yang dikucurkan untuk realisasi listrik desa yang saat ini sudah mencapai Rp172 miliar. Terdiri dari Rasio Elektrifikasi (RE) untuk Sulsel 99.74 persen, RE Sultra 99.55 persen, RE Sulbar 98.01 persen, RE SSTB 99.92 persen.

General Manager PLN UIW Sulselrabar, Awaluddin Hafid mengatakan menjadi salah satu kebanggaan ketika PLN berhasil mewujudkan mimpi masyarakat di pelosok melalui program listrik desa.

“PLN bangga dapat melayani dan melistriki pelanggan sampai dengan ke pelosok. Apalagi saat melihat masyarakat yang berhasil kami nyalakan mimpinya melalui program Listrik Desa (LiSa), hal tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujar Awaluddin, senin (13/12/2021).

Menurutnya, realisasi program listrik desa merupakan amanah yang sudah seharusnya dilakukan. Sebab menjadi bagian dalam mendorong pergerakan ekonomi di Indonesia khususnya Sulselrabar.

“Melistriki hingga ke pelosok adalah amanah yang kami emban guna meningkatkan Rasio Elekrifikasi di Indonesia khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat. Tentunya dengan masuknya listrik, sejalan dengan peningkatan ekonomi masyarakat khususnya di pedesaan,” jelasnya.

Salah satu pemanfaatan listrik desa terhadap dampak ekonomi seperti di desa Masaloka Timur. Sejumlah masyarakat kemudian dapat membuka aktivitas usaha pasca listrik sudah masuk di desa.

“Contohnya di Desa Masaloka Timur, dengan adanya listrik, masyarakat setempat dapat membuka usaha serta berdagang karenanya listrik untuk kehidupan yang lebih baik,” ucapnya.

Selain itu, melalui program Electrifying Agriculture, PLN kembali melayani kebutuhan listrik pompanisasi air para petani di Jalan Kemiri, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Setelah sebelumnya PLN sudah melayani 14 petani dengan total daya 44.700 VA di Jalan Doppa Kabupaten Soppeng pada Bulan Maret 2021 lalu.

Kali ini 6 pelanggan petani dengan total daya 21.000 VA berhasil dilayani oleh PLN. Program ini sendiri bertujuan untuk memberikan kemudahan operasional, efisiensi dan produktivitas bagi para petani karena sebelumnya petani menggunakan tabung gas sebagai bahan bakar untuk menyalakan pompa airnya.

Awaluddin Hafid menjelaskan bahwa PLN sangat mendukung program Electrifying Agriculture. PLN terus mendorong program-program elektrifikasi yang dapat meningkatkan produktifitas di sektor pertanian.

“Dengan program ini tentu akan mempermudah para petani karena penghematan dan keandalan yang didapat,” kata Awaluddin.

“Semangat Transformasi kami mengarah kepada motto PLN, yaitu bahwa listrik harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktifitas yang membawa dampak baik bagi masyarakat, serta mendukung lingkungan yang lebih ramah,” jelasnya.

“Dengan menggunakan listrik, petani dapat menghemat biaya operasional sampai dengan 50 persen, selain itu pasokan listrik yang terus menerus juga akan meningkatkan produksi gabah para petani,” tandas Awal.

Untuk melayani sebanyak 6 pelanggan dengan total daya 21.000 VA, PLN membangun jaringan listrik sepanjang 0,25 kilometer sirkuit (kms) Jaringan Tegangan Rendah (JTR) dan memancang 6 tiang.(fdl)

No Responses

Leave a Reply