Friday 28th January 2022

Suami Ditahan, Emak-Emak Asal Jakarta Gugat Polres Pelabuhan di PN Makassar

MAKASSAR – Marcella Ambar Sari melalui kuasa hukumnya, Ihsan Rauf Praja mengugat Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Kapolda Susel) cq Kepala Kepolisian Resort Pelabuhan Makassar (Kapolres Pelabuhan Makassar) cq Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Makassar (Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar) di Pengadilan Negeri Makassar.

Gugatan yang dilayangkan oleh seorang Ibu Rumah Tangga melalui kuasa hukumnya itu setelah sang suami bernama Selwaraj alias Rajib ditangkap dan ditahan oleh penyidik Satreskrim Polres Pelabuhan Makassar dengan tuduhan melakukan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Ihsan Rauf Praja yang ditemui di Pengadilan Negeri Makassar mengatakan pengajuan praperadilan itu dilakukan guna mengetahui keabsahan dari penangkapan dan penahanan kliennya tersebut.

“Kami ini mempermasalahkan keabsahan penangkapan dan penahanan suami klien kami. Sehingga dasar itu kami ajukan gugatan praperadilan,” kata Ketua Tim Penasehat Hukum pemohon, Ihsan Rauf Praja, Jumat (18/12/2021).

Tak hanya itu, materi lain praperadilan yang diajukan pemohon juga menyasar persoalan kewenangan penanganan perkara oleh Satreskrim Polres Pelabuhan Makassar yang dinilai keliru.

Lantaran peristiwa dugaan tindak pidana yang dituduhkan kepada suami pemohon terjadi di wilayah Jakarta bukan di wilayah hukum dari Polres Pelabuhan Makassar.

“Jadi peristiwa ini locusnya di wilayah Jakarta bukan di wilayah hukum Polres Pelabuhan. Ini kan sangat keliru kok locus kejadian di Jakarta, dilaporkan di Makassar tepatnya di Polres Pelabuhan Makassar. Ini salah satu poin dalam praperadilan kita juga,” terang Ihsan.

Sidang gugatan praperadilan diketahui saat ini telah memasuki agenda kesimpulan. Di mana Hakim Tunggal Rusdiyanto Loleh yang menyidangkan perkara gugatan praperadilan tersebut memberikan kesempatan bagi masing-masing pihak baik pemohon maupun termohon untuk membuat kesimpulan dan mengajukannya pada sidang berikutnya, Senin 20 Desember 2021.

Menanggapi terkait itu, Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Kadarislan mengatakan pada dasarnya menghargai upaya hukum yang dilakukan oleh istri tersangka dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, Selwaraj alias Rajib dengan mengajukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Makassar.

“Sidangnya kan sedang berjalan. Tentunya kita menghargai itu dan menunggu hasilnya. Apapun hasilnya kita akan patuhi. Yang jelasnya, penyidik kami tetap berkeyakinan jika penetapan tersangka telah sah dan didukung oleh alat bukti yang sah. Demikian juga mengenai mekanisme penahanan atau penangkapan, itu tentunya sesuai SOP yang ada,” ucap Kadarislan.

Marcella Ambar Sari (43), Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Kota Jakarta yang suaminya ditangkap dan ditahan di Polres Pelabuhan Makassar menceritakan kronologi awal saat sebelum sang suami ditetapkan tersangka serta dilakukan penahanan oleh Unit Reskrim Polres Pelabuhan Makassar.

Dimana, Marcella menyebutkan awalnya sang suami hanya memenuhi panggilan undangan klarifikasi dari penyidik Unit Polres Pelabuhan Makassar tertanggal 10 November 2021.

“Awalnya (tanggal 10 November 2021) saat itu suami datang penuhi dari undangan klarifikasi Polres Pelabuhan, karna undangan klarifikasi yang dikirimkan Polres yakni 10 October 2021 dan 27 oktober 2021 suami saya tidak hadiri karna saat itu sedang sakit karna terkena covid19,” ucapnya.

Namun, sesampainya disana pihak Polres Pelabuhan melalui unit Reskrim melakukan penangkapan terhadap sang saumi Selwaraj alias Rajab, kemudian keesokan harinya sang saumi dilakukan penahanan dirumah tahanan Polres Pelabuhan Makassar.

“Jadi tanggal 10 November 2021 yang saat itu datang untuk penuhi undangan klarifikasi Polres, langsung ditetapkan tersangka, dan tanggal 11 November 2021 pihak Polres pun melakukan penahanan terhadap suami saya hingga sampai saat ini,” tuturnya.

Marcella menyebutkan awal mula sang suami dilaporkan ke Polres Pelabuhan Makassar, dimana sebelumnya sang suami memiliki utang pinjaman uang sebesar Rp150.000.000 dari Pelapor Manraj Singh dan pinjaman itu pula disebut atas tawaran dari pelapor sendiri.

“Sebelumnya kita kan punya usaha dijakarta, karna ada polemik di Jakarta serta wabah covid19 ditahun 2020 jadi toko kita ditutup, kemudian ada beberapa tagihan dari toko lain yang harus kita bayar, suami saya pun menceritakan itu ke dia, sehingga pelapor ini menyebutkan bahwa ada dana yang nganggur dengan perjanjian bunga Rp4 juta setiap bulannya dan sudah hampir Rp19 juta sudah kita bayar termasuk bunganya,” sebutnya.

Lanjut, ia mengatakan pembayaran pinjaman uang tersebut kepada pelapor sempat alami kendala beberapa bulan lantaran sang suami tak lagi bekerja sehingga tak mempunyai penghasilan lagi.

Beberapa bulan berlalu saat sang suami telah bekerja di salah satu toko Textile yang ada di Makassar, Sulawesi Selatan ia pun berniat untuk membayar utang pinjamannya kembali kepada pelapor saat itu dirinya menghubungi pelapor yang saat itu juga diketahui berada di Kota Makassar.

Naasnya, sang suami malah ditangani oleh pelapor bersama dengan beberap orang di lokasi kerja sang suami dan melakukan aksi penganiayaan yang menyebabkan beberapa luka pada tubuh korban.

“Dari lantai atas lokasi suami saya bekerja itu dipukul oleh beberapa orang, hingga diseret kebawah, ada bukti video pemukulan itu sama kami, ada bukti visum pemukulan sehingga kami pun mengajukan laporan di Polres Pelabuhan Makassar,” Kata Marcella.

Ia mengatakan, laporan di Polres Pelabuhan Makassar di cabut setelah dilakukan mediasi oleh pihak Kepolisian sehingga laporan itu pun tak berjalan.

“Jadi karna kita masih ada hubungan keluarga jadi kita mencabut laporan itu, setelah dilakukan mediasi oleh Rekrim Polres Pelabuhan dan ada pernjanjian (kesepakatan) Pembayaran lanjutan, karna masalah ini suami saya itu dipecat dilokasi kerjanya sehingga dia kembali lagi kejakarta,” pungkasnya.

Belakangan pasca kejadian itu, pelapor secara diam-diam melaporkan sang suami kepada pihak Polres Pelabuhan Makassar terkait dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan hingga sang suami pun ditahan dibalik jeruji besi Kepolisian hingga sampai saat ini.

“Jadi kami merasa heran, karna kenapa utang piutang kami ini kerap kami bayar, kemudian kami pun ditawarkan oleh terlapor bukan kami yang meminta serta menjanjikan apapun pada pelapor, saya berharap Majelis Hakim itu bersikap adil kepada suami saya,” tutupnya. (Nca)

No Responses

Leave a Reply