Friday 28th January 2022

Warga Makassar Mendadak Surati Kapolda Sulsel, Ada Apa?

MAKASSAR – Seorang Seorang Warga Jalan Cakalang Kota Makassar, H. Junaedi Said (57) melalui kuasa hukumnya, Farid Mamma mendadak melayangkan surat perlindungan Hukum dan Keberatan Hukum pada Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.

Layangan surat tersebut lantaran perkara yang dilaporkan beberap bulan lalu dengan nomor laporan LP/B/199/X/2021/SPKT/Polsek Biringkanaya, Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan tanggal 19 Oktober 2021 tentang peristiwa pidana UU Nomor 1 tahun 1945 tentang KUHP pasal 368 KUHP, dinilai abu-abu dalam penanganannya.

“Kemarin Kami melayangkan surat meminta perlindungan hukum serta keberatan hukum kepada Kapolda Sulsel karna kenapa perkara yang kami laporkan di Polsek Biringkanaya beberapa lalu terkait dugaan perampasan kendaraan miliknya klien kami, H. Junaedi Said tak ada perkembagan sama sekali dan kami memantau belakangan ini penyidik seakan berat sebelah dalam menangani kasus ini,” ucap, Farid Mamma memalui via telepone, Kamis (23/12/2021).

Ia pula meminta agar perkara tersebut segera menjadi atensi dari Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan melakukan gelar perkara secara khusus guna menuntaskan perkara tersebut.

“Kami merasa dirugikan dalam perkara ini, olehnya kami meminta Bapak Kapolda Sulsel untuk bersama-sama melakukan gelar perkara khusus terhadap kasus klien kami ini,” tuturnya.

Ia menyebutkan belakangan pihak Polsek Biringkanaya disebut menekan korban guna melakukan pembayaran sebesar Rp95 juta kepada PT. Smart Finance tersebut.

“Belakangan penyidiknya menelfon klien kami tanpa sepengetahuan kami selaku kuasa hukum, menurutklien kami dirinya ditekan oleh Polisi dan diminta untuk membayar Rp95 juta pada PT. Smart finace, saya selaku kuasa hukum merasa dirugikan dan merasa pihak dari finance yang seakan akan yang melaporkan kasus ini,” sebutnya.

Dirinya pula menyebutkan sejak perkara itu ditangani oleh penyidik Polsek Biringkanaya pihaknya baru satu kali menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidkan (SP2HP) yang merupakan hak bagi pelapor yang tertera dalam aturan Undang-undang.

“Anehnya klien kami baru sekali menerima SP2HP yang sebenarnya 3x yang di keluarkan setiap 14 hari sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku dengan hal ini kami selaku kuasa hukum merasa dirugikan karna ada kecenderungngan Polisi ke pihak terlapor,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Adik Mantan Wakapolda Sulsel, Irjen Pol (Purn) Syahrul Mamma mengatakan penyelidikan yang dilakukan oleh Kepolisian seakan mengiring perkara tersebut kearah perdata dan menghilangkan perkara pidana.

“Kami juga mempertanyakan kenapa kasus ini di bawah ke ranah perdata sedangkan lokasi ini bukan di makassar melainkan di Bitung, padahal kasus ini kami laporkan diterkait unsur pidana tentang perampasannya yang dilakukan di Makassar, dan sampai saat ini mobil yang diambil oleh pihak finance tidak di ketahui di mana keberadaannya,” tungkasnya.

Disisi lain, Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya, Iptu Nurman Matasa mengatakan terkiat kasus pihaknya masih melakukan proses pemeriksaan dan penyelidikan.

“Masih penyelidikan, 3 hari lalu kita sudah pertemukan antara PT. Smart dan Korban akan tetapi tidak ada titik temu,” sebutnya.

Sebelumnya, oknum Debt Collector berinisial AK dan Perusahan pembiayaan Smart Finance di Makassar dilapor di Polsek Biringkanaya Makassar.

Pelaporan itu bernomor : LP/B/199/X/2021/SPKT/Polsek Biringkanaya, Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan tanggal 19 Oktober 2021 tentang peristiwa pidana UU Nomor 1 tahun 1945 tentang KUHP pasal 368 KUHP, laporan itu dilayangkan di unit Reskrim Biringkanaya.

Korban JS mengatakan dugaan perampasan kendaraan miliknya itu terjadi saat dirinya berada disalah satu kantor cabang dari perusahaan Smart Finance yang terletak di jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Sudiang, Makassar.

“Kejadiannya di Perusahaan Smart Finance di Sudiang,” ucapnya saat ditemui di Jalan Baji Pangaseng Makassar, Jumat (22/10/2021).

Menurut, JS peristiwa dugaan aksi perampasan kendaraan miliknya yang diduga dilakukan pihak Smart Finance dan oknum Debt Collector di Makassar berawal saat dirinya didatangi oleh Debt Collector berinisial AK.

“Awalnya Pada hari Kamis lalu, waktu itu pas mau masuk sholat azhar datang sekelompok orang berbaju hitam mengaku dari Smart dia tanyakan nama saya dan pemilik mobil jenis Terios tahun 2012, jadi saya jawab saya yang bernama Pak Junaedi,” tuturnya.

Dirinya pun mengaku sempat menjelaskan pada oknum Debt Collector dan pihak Smart Finance terkait keterlambatan pembayaran angsuran pinjaman uang di Finance Smart Cabang Bitung lantaran saat ini usaha miliknya di Bitung mengalami kendala karna wabah covid 19.

“Saya sempat jelaskan kenapa saya terlambat bayar, karna usaha saya belum ada yang akad,
selama ini pak Rusli yang urus pembayaran karna ada usaha saya disana yang dikelola dia dan selama ini pembayaran saya itu tidak pernah telah baru dua bulan ini telat,” sebut Junaedi.

Namun, saat itu oknum Finance Smart, IK itu menyarankan agar menyelesaikan masalah itu diperusahaannya yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahaan Sudiang Kota Makassar.

Dengan didampingi rekannya bernama AR, ia pun berangkat menuju perusahaan Smart Finance cabang Sudiang dengan alih agar mendapat solusi terkait masalah yang dialami tersebut.

Akan tetapi, Sesampainya disana pria yang disebut oknum Debt Collector perusahaan Smart Finance berinisial AK mengarahkan dirinya untuk masuk sendiri kedalam kantor Smart Finance tersebut sementara rekannya diminta untuk tetap berada di kendaraan oleh AK.

“Jadi pas saya sampai disana Kantor Smart, saya disuruh masuk sementara pak aras ini dilarang turun dan disuruh tetap disini dan disuruh simpan saja itu kunci di Mobil nda usah diambil,” Jelasnya.

Lebih lanjut, Junaedi menyebutkan saat dirinya berada didalam Kantor Smart Finance cabang Sudiang, dirinya kemudian diminta untuk menandatangani dokumen tampa di bacakan terlebih dahulu oleh Pihak Finance.

“Jadi saat saya sudah didalam, saya diminta tanda tangan tampa dibacakan, saya pikir itu disuruh untuk bayar keterlabatan karna hanya angka angsuran saja saya liat,” pungkasnya.

Saat dirinya hendak pulang kembali kerumah, mobil miliknya yang parkir sudah tidak ada lagi dilokasi sementara pihak Smart Finance pun mengarahkan korban untuk gunakan jasa angkutan taksi online.

“Jadi saya pulang pake Grab, karna mobil saya sudah tidak ada dilokasi, kami ini berniat untuk melunasi tunggakan itu tapi kami minta kelonggaran karna usaha kami alami sedikit kendala,” tungkasnya.

Sementara itu, Farid Mamma Kuasa Hukum dari Korban mengatakan tindakan yang di lakukan pihak Perusahaan Smart Finance dengan merampas kendaraan kliennya sangat merugikan kliennya.

“Apa yang dilakukan oleh Smart Finance itu sangat melanggar aturan, dan kami sudah melaporkan itu Ke Polsek Biringkanaya agar kasus ini segera ditindaki dan para pelaku yang merugikan klien kami ditangkap,” tungkasnya.

Disini lain, Kapolsek Biringkanaya, Kompol Rujiyanto membenarkan terkait adanya laporan tersebut dan saat ini sedang dalam tahap proses penyelidikan.

“Ia ada masuk laporan kemarin dan sementara anggota sedang melakukan penyelidikan terkaid dengan laporan tersebut,” tutupnya. (Nca)

No Responses

Leave a Reply