Cara Unik Pegadaian Peringati HUT ke 119 Tahun di Tengah Wabah Covid-19

Cara Unik Pegadaian Peringati HUT ke 119 Tahun di Tengah Wabah Covid-19
GELAR DONOR DARAH. PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VI bekerjasama dengan PMI untuk kegiatan donor darah dengan target pendonor 119 orang, dan membagikan bantuan ketiga panti asuhan yang berada di area Kota Makassar.

RADARMAKASSAR.COM – Menandai Hari UlangTahun Pegadaian yang ke 119 tahun, PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VI Makassar membuat sebuah program dengan tema Gebyar Emas 119.

Kabag Humas PT Pegadaian, Muh. Idris Mappakaya Syar mengatakan program ini ditujukan untuk nasabah yang melakukan transaksi untuk produk Kreasi, Arrum BPKP, Amanah, Arrum Haji dan Mulai pada tanggal 1 hingga 30 April 2020.”Nasabah yang melakukan transaksi untuk produk yang tertera dan selama waktu program berlangsung berhak mendapatkan cashback berupa top up saldo tabungan emas, uang muka untuk pendaftaran Mulia, atau untuk pembayaran listrik, air, pulsa, dan lainnya,” kata Muh. Idris.

Selain mengadakan promo untuk nasabah, Kabag PKBL Kahar Karun Kalla menambahkan PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VI juga menyelenggarakan beberapa kegiatan sosial yang bermanfaat untuk masyarakat luas.
Untuk tahun ini rangkaian kegiatan dimulai dengan memberikan beasiswa kepada 119 pelajar dalam bentuk tabungan emas, bekerjasama dengan PMI untuk kegiatan donor darah dengan target pendonor 119 orang, dan membagikan bantuan ketiga panti asuhan yang berada di area Kota Makassar.

Pembagian bantuan dan santunan berupa bahan makanan dan perlengkapan kepanti asuhan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 30 Maret 2020 dan diserahkan langsung oleh Ketuadan para pengurus Ikatan Istri Karyawan Pegadaian (IKP) Kantor Wilayah VI ke masing-masing panti asuhan, yakni panti asuhan Hikmah di Jalan Ratulangi, panti asuhan Fahmi di Parang Tambung, dan terakhir panti asuhan Nur Siamatu di Jalan Mannuruki. Acara pembagian bantuan dan santunan di setiap panti asuhan diakhiri dengan pembacaan doa bersama untuk kesuksesan PT. Pegadaian dan harapan agar wabah COVID-19 atau virus Corona dapat segera berakhir.

Sehubungan dengan imbauan pemerintah pusat dan daerah mengenai penanggulangan meluasnya penyebaran virus Corona, Pimpinan Wilayah Pegadaian Makassar, Alim Sutiono mengatakan maka PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VI melakukan beberapa kebijakan seperti penyesuaian jam buka outlet yang semula mulai pukul 07.30-15.00 untuk hari Senin-Jumat menjadi pukul 09.00-14.00 dan khusus hari Sabtu berubah dari 07.30-13.00 menjadi 09.00-12.00.

“Selain kebijakan mengenai jam operasional, terdapat protokoler tambahan di setiap outlet, yakni penyediaan hand sanitizer atau fasilitas cuci tangan untuk nasabah sebelum dan keluar outlet, pengecekan suhu tubuh nasabah sebelum memasuki outlet dengan thermal gun, dan pengaturan jarak tempat duduk di ruang pelayanan,” ujarnya.
Alim Sutiono menambahkan pada sore hari setelah waktu operasional juga dilakukan penyemprotan dengan desinfektan untuk mensterilkan outlet dan menjamin kenyamanan nasabah yang perlu datang langsung ke outlet.

“Peran serta dari PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VI dalam mencegah penyebaran virus corona tidak hanya terbatas untuk gedung dan outlet Pegadaian saja. Penyemprotan desinfektan kefasilitas umum, rumah ibadah, dan rumah penduduk telah dilakukan di Kelurahan Lakkang, Kelurahan Ballaparang, Jl. Rangong, Jl. Cendrawasih, dan nantinya masih akan terus bertambah lagi sampai situasi aman kembali. Selain melakukan penyemprotan desinfektan, PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VI juga membagikan masker kepada warga di Kelurahan Lakkang,” jelas Alim Sutiono.

PT Pegadaian juga mengimbau bagi masyarakat untuk tetap berada di rumah selama masa pandemi ini berlangsung. “Baginasabah yang hendak bertransaksi di Pegadaian disarankan untuk melakukannya melalui aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) atau melalui agen terdekat dari tempat tinggal nasabah,” ujarnya.

Imbauan ini massif disampaikan melalui media sosial yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Hasilnya, kini terjadi peningkatan transaksi melalui aplikasi PDS sebesar 25%. Kedepannya, proses sosialisasi mengenai penggunaan PDS akan lebih gencar lagi dengan harapan angka 25% tersebut dapat meningkat.(rls/niz)

No Responses

Leave a Reply