Pembagian Sembako Lamban, Dewan : Tolong Pemerintah Kota Selesaikan Itu!

Pembagian Sembako Lamban, Dewan : Tolong Pemerintah Kota Selesaikan Itu!

RADARMAKASSAR.COM – Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar Abd Wahab Tahir berharap, janji pemkot makassar untuk menyalur kan sembako kepada masyarakat terdampak segera ditunaikan.

Sebab ia menilai masih ada warga belum mendapatkan, bahkan ia anggap pendistribusian lamban.

“Kita berharap masalah seperti bisa bisa segera pemerintah selesaikan lah. Kalau bisa minggu ini itu
sudah selesailah. Jadi tolong pemerintah Kota (Dinsos Makassar, red) perhatikan itu,” harap Wahab Tahir.

Wahab menyebut kendala pendistribusian sembako berada di tingkat pemerintah kecamatan, karena ada gangguan teknis. Namun Wahab terus ber harap apapun alasannya  hak masyarakat juga lebih penting untuk direalisasikan.

“Jadi kita tunggu pemkot selesaikan minggu ini, kalau
tidak selesai juga, maka kita akan panggil itu kepala Dinas
Sosial,” pungkasnya.

Sebelumnya pernyataan serupa diungkapkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar Ismail Hajiali, namun hingga saat ini belum pernah tertuntaskan.

Diketahui, penyaluran sembako oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar hingga, Sabtu (16/5), hanya mencapai 75 persen atau sekitar 45 ribu dari total 60 ribu yang ada.

Kepala Dinsos Kota Makassar, Mukhtar Tahir menargetkan penyelesaian penyaluran dari sisa paket sembako tersebut di jadwalkan selesai sebelum lebaran mendatang.

“Sudah kisaran 75 persen. Mudah-mudah bisa habiskan sebelum lebaran sesuai perintah pak wali yang 60 ribu paket,” kata Mukhtar, kemarin.

Sementara untuk paket sembako bantuan Presiden Jokowi masih tersisa 2 ribu paket dari total 10 ribu paket.

Adapun proses penyalurannya kini telah melibatkan parah Lurah. Paket sembako tersebut di bawa ke
kantor-kantor Lurah untuk kemudian disalurkan kepada warga.

Namun disayangkan dalam proses penyaluran di kelurahan mereka mengindahkan protokol kesehatan.

Seperti yang terlihat di Kelurahan Maccini, Kecamatan Makassar sore tadi, sebagian warga tetap
berkerumun.

“Memang seperti  itulah modelnya, harusnya karena dia yang tau warga dan data-datanyakan  pegang,”paparnya. (nra/jr)

No Responses

Leave a Reply