Pemerintah Tak Konsisten, Mall Buka tapi Masjid Ditutup

Pemerintah Tak Konsisten, Mall Buka tapi Masjid Ditutup

RADARMAKASSAR.COM – Sikap Pemerintah tekesan tak konsisten, usai mengeluarkan penyataan hidup berdampingan dengan corona virus disease  (Covid) 19, Salat Idulfitri tak dianjurkan untuk menghindari kerumunan, namun pusat perbelanjaan dibuka dan menimbulkan kerumunan parah. Bahkan pusat perbelanjaan Harapan Baru di Jalan Pengayoman terang-terangan membuka, tanpa mengikuti aturan PSBB.

Di Kota Makassar misalnya, pusat-pusat perbelanjaan seperti Ramayana dan pasar tradisional, seperti Butung dan Senggol ramai dikunjungi, padahal Makassar masih dalam fase Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB).

Ironisnya, Pemerintah tak melakukan pelarangan, juga
tak mengeluarkan himbauan untuk mencegah terjadi kerumunan, bahkan terkesan menutup mata dengan adanya aktifitas yang dilarang dari aturan PSBB dan berpotensi menjadi kluster baru penyebaran covid-19 secara massif.

Bahkan salah seorang pedagang, bernama Yusriani menyebutkan, puncak kepadatan di pasar Butung
akan terjadi 3 hingga 4 hari menjelang lebaran, apalagi jika PSBB sudah berakhir.

“Mungkin akan semakin ramai, apalagi kalau PSBB sudah berakhir,” sebutnya.

Justru sebaliknya, Menkopolhukam Mahfud MD telah memastikan melarang Salat Ied di Masjid alias menutup Masjid untuk pelaksanaan Salat Ied, usai rapat kabinet terbatas bersama Presiden RI Joko Widodo, Selasa,
19 Mei karena berpotensi menimbulkan kerumunan
massif.

Melihat semakin massifnya kerumunan di pusat perbelanjaan, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan (Sulsel) Muhammad Ichsan Mustari mengaku sulit memprediksi
kondisi Sulsel ke depan jika melihat perkembangan pandemi virus Corona saat ini yang belum mampu ditekan.

Kota Makassar yang menjadi kasus terbanyak di Sulsel. Ia memprediksi kasus Covid-19 di Sulsel hanya akan mengalami peningkatan apa lagi jika masyarakat mulai kembali melakukan kontak lebih banyak.

“Tergantung bagaimana kepatuhan masyarakat, jika kembali melakukan kontak lebih banyak di masa PSBB,”tuturnya. (and/icl)

No Responses

Leave a Reply