Ini Syarat New Normal di Sekolah

Ini Syarat New Normal di Sekolah

RADARMAKASSAR.COM – Syarat untuk menerapkan New Normal, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tetap mempersiapkan jika suatu waktu tatanan hidup baru itu di setujui Pemerintah Pusat. Salah paling penting yang harus disiapkan Pemerintah Kota Makassar adalah di bidang pendidikan.

Terutama di Kota Makassar yang membawahi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar Amalia Malik menilai new normal tidak jauh berbeda dengan pemberlakuan pendidikan sebelumnya.

“Dalam artian semua kembali normal mulai dari jam sekolah, mata pelajaran, pokoknya seperti sebelumnya. Cuma new nya itu siswa disekolah itu masih menggunakan masker,” kata Amalia, kemarin.

Selain itu, lanjut Amalia social distancing juga di sekolah tetap akan diberlakukan serta pola hidup bersih dan sehat bagi siswa siswi akan terus tetap ada.

“Jadi new normal dipendidikan itu nantinya kembali normal seperti sebelumnya, tetapi protokol kesehatan masih tetap melekat,” ujarnya.

Terkait proses belajar mengajar, dikatakan Amalia, sampai saat ini belum ada Instruksi dari pemerintah pusat untuk membuka kembali di sekolah.

Namun ia menduga proses belajar mengajar dari rumah yang berakhir pada 4 Juni mendatang itu akan dilakukan diperpanjang oleh pemerintah pusat.

“Jadi belum ada, tetapi mungkin di perpanjang, kita tunggu saja keputusan dari pusat. Kan untuk saat ini hanya sampai tanggal 4 diliburkan, tetapi sudah ada surat edaran untuk perpanjangan pembelajaran dirumah, biasanya ada mi tanggal 4 pagi atau tanggal 3 hari ini keputusan dari provinsi,” ungkapnya.

Menurut Amalia, Keputusan tersebut nantinya berdasarkan dari tim gugus, karena pemerintah pusat selalu mengeluarkan kebijakan dari gugus tugas yakni BNPB dan Menteri Kesehatan.

Sementara, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Makassar Sahruddin Said mengatakan dari kalender akademik, pendidikan di Makassar tidak bisa dipaksakan untuk kembali normal seperti semula.

Apalagi, lanjut Ajid sapaan akrabnya kondisi pandemi covid-19 belum sepenuhnya bisa dipastikan kapan akan berakhir, terlebih belum ada instruksi dari pemerintah pusat.

“Saya rasa jangan gegabah memberlakukan new normal di sekolah apalagi kondisi saat ini tidak memungkinkan. Jangan sampai dipaksakan ke new normal tetapi tidak memungkinkan, tidak boleh gegabah,” jelas Ajid.

Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar khususnya di Dinas Pendidikan tidak boleh terlalu terburu buru mengambil sikap sebelum keputusan itu akan menjadi
bomerang.

Lebih jauh Ajid menjelaskan, diterapkan atau tidaknya new normal memang sepatutnya masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, bukan cuma disekolah tetapi di semua tempat tempat lainnya.

“Dilaksanakannya protokoler kesehatan bukan cuma disekolah tetapi di semua instansi, tempat umum atau di manapun kita berada, sebab itu adalah salah satu cara kita bersama sama memutus mata rantai covid-19 ini,” tandasnya.

Meskipun pandemi covid-19 ini sudah berakhir, Ajid menyarankan protokoler kesehatan tetap di berlakukan oleh pihak Dinas Pendidikan, seperti menyediakan tempat cuci tangan dan masih menggunakan masker.

“New normal atau tidak, bahkan jika pandemi ini berakhir sekalipun, Disdik harus instruksikan setiap sekolah menerapkan protokoler kesehatan karena kita tidak tau kemungkinan virus lain yang akan muncul,” pungkasnya. (nra/icl)

No Responses

Leave a Reply