RSUD Tenriawaru Bantah Petugas Lalai

RSUD Tenriawaru Bantah Petugas Lalai

RADARMAKASAR.COM- Terkait adanya dugaan kelalaian yang dilakukan petugas medis terhadap salah satu pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru. Pihak Rumah Sakit membantah adanya kelalaian petugas mereka dalam menjalankan tugas.

Hal tersebut disampaikan Humas RSUD Tenriawaru, Ramli, Ia mengatakan dari keterangan Kepala Ruang Perawatan tempat pasien tersebut dirawat bahwa petugas sudah memberikan obat yang sesuai dan tidak ada keluhan.

” Saya sudah tanyakan ke kepala ruangan terkait insiden itu, tak ada salah ngasih obat. Semua sudah benar, juga tak ada keluhan muntah semalam, adapun soal reaksi sakit ulu hati dan kepala, kemungkinan itu dari penyakit yang diderita, ” jelas Ramli saat ditemui diruang kerjanya, Senin sore (08/06).

Sementara itu, keluarga pasien, Ambos melalui sambungan telpon menjelaskan bahwa Insiden tersebut dialami orang tuanya atas nama Hj Muna Alang (70), kondisinya makin parah setelah 3 hari mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru, diduga, perawatnya salah memberi obat.

” Iya perawatnya salah ngasih obat, akibatnya ibu saya mengalami sakit di bagian ulu hati dan kepala sehingga muntah-muntah, diduga ini keteledoran perawat,” jelasnya.

Saat dihubungi, Ambos menceritakan, korban dimasukkan ke Rumah Sakit dengan keluhan tekanan darah, gula, dan kolestrol naik, namun tidak ada keluhan sakit kepala maupun ulu hati, sebelum diberikan obat itu.

Lanjut Ambos, Ia menduga bahwa obat yang diberikan ke Ibunya seharusnya diberikan ke pasien lain yang namanya hampir sama.

” Obat yang diberikan harusnya untuk pasien lain, hal itu saya ketahui saat melihat bungkusan obat dan menanyakan ke perawat yang jaga pagi saat itu, saya tidak tau nama perawat yang ngasih obat. Saat kejadian tadi malam, perawat lain pun mengaku demikian, mereka berdalih, mereka hanya meneruskan tugas perawat semalam,” kata Ambos dengan nada kesal.

Menanggapi hal tersebut, Ramli tetap merasa bahwa apa yang dilakukan petugas mereka sudah sesuai, dan tidak ada kesalahan pemberian obat, justru Ia mengaku siap jika keluarga pasien keberatan terkait insiden tersebut.

” Yang jelas, penjelasan dari perawat tak ada, harusnya keluarga pasien, ketika ada masalah seperti itu sampaikan ke perawat, dan kalaupun ini mau dipermasalahkan, kami siap meskipun harus sampai ke rana hukum,” tegasnya.(Acl)

No Responses

Leave a Reply