Diknas Enrekang Beri Syarat PPDB Sesuai Ketentuan Mendiknas RI

Diknas Enrekang Beri Syarat PPDB Sesuai Ketentuan Mendiknas RI

ENREKANG.RADARMAKASSAR.COM – Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Enrekang akan membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada Juni 2020, mendatang.

Sedikitnya ada empat jalur yang dapat ditempuh bagi para siswa baru yang ingin melakukan pendaftaran. Syarat pendaftaran tetap mengacu pada surat keterangan lulus (SKHU) sebagai syarat wajib meski dari sekolah sudah ditiadakan ujian nasional (UN), semenjak adanya pandemi Covid-19.

Kepala Dinas pendidikan Nasional (Diknas) Enrekang Jumurdin, SPd. MPd menjelaskan, untuk syarat pendaftaran PPDB tahun ajaran 2020/2021 calon siswa memiliki beberapa jalur.

“Untuk jalur zonasi diutamakan jarak siswa dengan sekolah,jangan sampai siswa tersebut masuk sekolah tertentu tidak melewati sekolah lain. Maka ada KTK (kartu tanda kelulusan) dan KK (kartu keluarga) disaat pendaftaran,” kata Jumurdin, SPd. MPd (9/6).

Sementara untuk jalur perpindahan, orang tua calon siswa baru dapat menyerahkan surat keterangan pindah tugas. Kata Jumurdin, jalur afirmasi siswa miskin syaratnya KIP (Kartu Indonesia Pintar) atau keterangan tidak mampu dari kelurahan dan kades setempat.

Terkait pendaftaran PPDB tahun ajaran 2020/2021 untuk TK,SD, dan SMP akan diberlakukan secara online, kadiknas Jumurdin memberi kelonggaran setelah dipertimbangkan jaringan internet masih terbatas pada kota kecamatan tertentu.

Hal tersebut mengingat saat ini beberapa sekolah tertentu diluar kota kecamatan belum bisa mrnerima akses internet. “Pendaftaran bisa dilakukan kombinasi bisa on line bisa manual sebab daerah Enrekang untuk jaringan di ibu kota kecamatan sinyal kuat, tapi diluar itu agak susah jaringan,”jelasnya.

Juga PPDB mengenai tanggal dan alurnya pun telah ditetapkan masing-masing tingkat sekolah. Pendaftaran serentak dibuka pada 16 Juni 2020 dan ditutup pada tanggal, 13 Juli 2020. “Kecuali keadaan darurat seperti siswa karena orang tuanya pindah tugas setelah penutupan PPDB, maka itu dikecualikan tetap diterima, “ucapnya.

Lanjut kadiknas Jumurdin, terkait persentase jalur zonasi, afirmasi dan perpindahan pun juga telah ditetapkan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB 2020/2021.

“Sesuai permendikbud 44/2019 untuk jalur zonasi 50 persen, jalur afirmasi 15 persen, jalur perpindahan orangtua 15 persen dan jalur prestasi 20 persen ini malalui penilaian rapor sampai semester 5,” tuturnya.

Tambahan informasi program Nasiona hari pertama sekolah 13 Juli 2020.(sam)


No Responses

Leave a Reply