Kejati Dalami Pagu Anggaran Proyek Pipa Avtur Pertamina

Kejati Dalami Pagu Anggaran Proyek Pipa Avtur Pertamina

RADARMAKASSAR.COM – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) terus memperlebar penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek jaringan pipa avtur dari TBBM Makassar ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin milik PT. Pertamina yang belakangan dikabarkan mangkrak.

“Tim sedang mendalami keberadaan pagu anggaran proyek Pertamina tersebut, sehingga pelaksanaannya menggunakan dana pinjaman dari tiga bank yang dimaksud,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel), Firdaus Dewilmar di Kantor Kejati Sulsel.

Terpisah, Lembaga pegiat anti korupsi turut mendukung Kejati Sulsel agar mendalami kemana rimbanya pagu anggaran proyek pembangunan jaringan pipa avtur yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp155 miliar tersebut.

“Jika melihat dari hasil penyelidikan seperti yang diungkapkan pihak Kejati, proyek itu dikerjakan dari dana pinjaman. Kalau begitu, pagu anggarannya kemana. Ini harus dibongkar,” ucap Mastan, Ketua Aliansi Peduli Anti Korupsi (APAK) dimintai tanggapannya via telepon, Rabu (10/6).

Ia berharap Kejati Sulsel juga segera memeriksa pihak bank plat merah yang diketahui turut memberikan pinjaman untuk pengerjaan proyek ratusan miliar yang dimaksud.

“Proyek ini kan sudah dianggarkan negara dan notulen kegiatan anggarannya tentu tercatat. Kok justru menggunakan uang pinjaman luar. Dan parahnya lagi gunakan uang negara yang notabene dari kas Bank Mandiri (bank plat merah),” tutur Mastan.

Jika nantinya betul Bank Mandiri memberikan kredit dengan jaminan kontrak pengerjaan proyek ratusan miliar milik PT. Pertamina yang dimasud, maka kata Mastan, itu keliru.

“Itu jelas keliru kalau kontak proyek negara malah bisa jadi jaminan kredit. Pengerjaan proyek negara itu kan jelas pagu anggarannya dan telah melalui proses pembahasan banggar di DPR. Kejati harus usut tuntas yang terlibat didalamnya,” tegas Mastan.

Sebelumnya pihak Pertamina menggemborkan jika pekerjaan proyek pembangunan jaringan pipa distribusi avtur yang menelan anggaran Rp155 miliar itu telah rampung sekitar 80 persen. Meski belakangan diketahui pengerjaan proyek tersebut mangkrak dan hingga saat ini belum dapat difungsikan.

Kepala Regional CEO Sulawesi dan Maluku Bank Mandiri (Persero Tbk), Angga Erlangga Hanafie saat dikonfirmasi mengatakan dirinya belum mengetahui masalah yang dimaksud.

“Sorry banget aku belum ada info tentang hal tersebut,” singkat Angga via pesan singkat.

Manager Comunication PT. Pertamina, Hatim Ilwan sempat membantah bila proyek tersebut dikabarkan mangkrak.

Menurutnya, pengerjaan proyek yang dimaksud sudah terlaksana 80%.

Adapun kegiatan pembongkaran pipa jaringan yang ditanam di bawah tanah area Bandara, kata dia, itu dilakukan mengkondisikan adanya pembangunan perluasan Bandara oleh PT. Angkasa Pura.

“Jadi dibongkarnya bukan karena kesalahan spek,” singkat Hatim.

Diketahui, jika Kredit macet proyek pembangunan jaringan pipa distribusi avtur dari TBBM Makassar ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin milik PT. Pertamina dikabarkan dijual ke sebuah perusahaan sirup di Makassar.

Kontrak pekerjaan proyek ratusan miliar milik PT. Pertamina tersebut awalnya dijaminkan ke tiga bank untuk mendapatkan kredit. Satu diantaranya ke bank plat merah. (nca)

No Responses

Leave a Reply