Kapolres Bulukumba: Saya Tidak Bantu Multazam

Kapolres Bulukumba: Saya Tidak Bantu Multazam

BULUKUMBA, RADARMAKASSAR.COM – Kepolisian Resort Bulukumba menuai tanya pasca adanya pelepasan MT terduga penyalahgunaan narkoba beberapa waktu yang lalu.

Polemik dibebaskannya Multazam sebagai terduga pelaku penyalahgunaan narkoba oleh Sat Narkoba Polres Bulukumba, terus berlanjut.

Dengan lepasnya MT, beberapa media menyorot Kapolres Bulukumba dan Kasat Narkoba Polres Bulukumba lantaran diaanggap pihaknya melepaskan terduga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu secara bersembunyi.

Kini, Kapolres Bulukumba lagi-lagi menegaskan Multazam dilepaskan karena tidak terbukti bersalah atau terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

Kapolres Bulukumba AKBP Gany Alamsyah Hatta, S.IK saat di temui diruang kerjanya menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam lepasnya tersangka MT. “Saya tidak bantu itu MT untuk lepas dari jeratan Hukum” kata Kapolres Gany. Senin (13/6/2020).

Dia juga sampaikan bahwa tidak mungkin dia mau pertaruhkan jabatannya sebagai Kapolres Bulukumba hanya untuk membantu seorang MT. “MT ini memang tidak memenuhi unsur untuk di tersangkakan, mana mungkin kami mau melanjutkan penahanan terhadap MT kalau memang dia tidak terlibat dalam penyalahgunaan Narkoba tersebut”, terang Gany.

Menurut kapolres pihaknya sudah menjalankan tugas sesuai Standard Operational Prosedur, melakukan penyelidikan hingga lanjut gelar perkara dan hasilnya MT memang tidak memenuhi unsur penahanan.

Sementara Kasat Narkoba AKP Hambali kembali menyampaikan bahwa memang MT tidak memenuhi unsur untuk dilakukan penahanan. “Tidak ada bukti maupun keterangan, yang mengarah ke Multazam,” ujar Kasat Narkoba Polres Bulukumba, AKP Hambali, kepada awak media saat dimintai keterangannya, Senin 15 Juni 2020.

Terkait mobil milik Multazam yang kini dijadikan sebagai salah satu barang bukti, menurut AKP Hambali, berdasarkan hasil gelar perkara, Multazam tidak tahu menahu, mobilnya yang dipinjam oleh ketiga tersangka lainnya dikendarai untuk membeli sabu.

Selain itu, beberapa barang bukti lainnya seperti saset yang diduga bekas bungkusan sabu, dan bong (alat penghisap), menurut AKP Hambali, Multazam tidak terbukti sebagai pemilik dari barang tersebut.

AKP Hambali, juga mengklarifikasi rilis dari Humas Polres Bulukumba, yang sebelumnya memuat keterangannya bahwa Multazam telah mengakui kesalahannya.

Menurut AKP Hambali, rilis dari Humas Polres yang dimuat di tribratanewsbulukumba.com terkait penangkapan Multazam, mencatut namanya tanpa ada konfirmasi darinya terlebih dahulu. “Itu rilis sebenarnya tidak melalui konfirmasi dari saya. Memang ada miskomunikasi, mungkin teman-teman yang buat itu rilis terlalu semangat,” katanya.

AKP Hambali, menjelaskan berdasarkan aturan, penetapan tersangka disampaikan setelah tiga kali 24 jam, ditambah enam kali 24 jam jika masih dibutuhkan pendalaman kasus. (fadly)


No Responses

Leave a Reply