Diduga Lakukan Penyerobotan, Mantan Anggota DPRD Gowa Dipolisikan

Diduga Lakukan Penyerobotan, Mantan Anggota DPRD Gowa Dipolisikan

GOWA, RADARMAKASSAR.COM – Kulle Dg Buang, bapak satu orang ini berjuang memperjuangkan haknya berupa tanah seluas kurang lebih 6.020 meter persegi yang ditengarai telah diserobot oleh mantan anggota DPRD Gowa, Abd Latief Hafid sejak lima tahun lalu hingga sekarang.

Dg Buang yang sehari-harinya hanya berjualan sayur ini mengaku akan tetap berjuang hingga tanahnya dapat ia miliki kembali.

“Saya akan terus berjuang. Karena tanah ini memang milik saya. Bukti kepemilikan tanah berupa sertifikat ada sama saya,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Jalan Mustafa Dg Bunga, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Dg Buang mengatakan, kasus penyerobotan tanah miliknya ini sebenarnya sudah dilaporkan ke pihak kepolisian beberapa bulan lalu. Namun hingga sekarang prosesnya di kepolisian belum menunjukkan adanya perkembangan yang menggembirakan.

“Tanggal 29 Januari 2020 lalu saya melapor ke Polres Gowa atas kasus penyerobotan tanah yang dilakukan Latief Hafid. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan dari kasus penyerobotan tanah yang saya laporkan,” kata Kulle Dg Buang.

“Bulan Juni lalu ada surat pemberitahuan dari Polres Gowa kepada saya. Dalam surat tersebut tertulis langkah-langkah yang dilakukan penyidik. Diantaranya melayangkan surat pemanggilan kepada pihak BPN Gowa untuk dilakukan gelar perkara terkait kasus ini agar mendapatkan kepastian hukum,” katanya lagi.

Tanah yang diduga telah diserobot oleh Abd Latief Hafid berlokasi di Lingkungan Garaganti, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Sementara itu, salah seorang anggota Forum FKPPI Gowa, H Abdul Malik Dg Lili yang mendampingi Kulle Dg Buang mengatakan, sangat prihatin dengan nasib yang dialami oleh Dg Kulle.

Sebab, tanah yang selama ini ditempati Dg Kulle berkebun tidak bisa ia garap kembali lantaran adanya penyerobotan tanah yang diduga kuat dilakukan Abd Latief Hafid.

“Semua bukti kepemilikan tanah dari Dg Kulle ini bisa dipertanggungjawabkan. Mulai dari sertifikat yang dikeluarkan BPN Gowa, sampai detail lokasi tanah juga lengkap,” katanya.

Abdul Malik mengatakan, sebelum Dg Kulle melaporkan kasus ini kepada pihak Kepolisian Polres Gowa, pihaknya terlebih dahulu melayangkan surat somasi sebanyak dua kali kepada Abd Latief Hafid namun tidak ditanggapi.

“Makanya kami membawa persoalan ini ke ranah hukum. Namun hingga saat ini belum ada juga kejelasan dari pihak kepolisian terkait kasus ini,” katanya.

Dirinya mewakili keluarga Dg Buang berharap pihak kepolisian bisa dengan cepat mengusut kasus ini. Sebab, semua bukti kepemilikan tanah yang sah memang milik Dg Buang. (asn).

No Responses

Leave a Reply