Modus Jadi Pembeli, Pelaku Curi HP Milik Penjual

Modus Jadi Pembeli, Pelaku Curi HP Milik Penjual

Radarmakassar.com – Pria berinisial RH alias Pakistan (29), terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian usai dirinya diduga membawa kabur ponsel milik penjual ayam geprek di BTN Hamzy, Kota Makassar dimana modus pelaku yakni dengan berpura-pura menjadi pembeli.

Kapolsek Tamalanrea Makassar AKP Muh Mukhtari mengatakan pelaku melakukan aksinya setelah penjual tersebut sedang menyiapkan pesanan milik pelaku.

“Pelaku berpura-pura membeli ketika korban bernama Anugrah menyiapkan pesanan, pelaku mengambil ponsel merek Xiaomi Poco M3 hitam milik korban di atas meja kemudian kabur,” kata Kapolsek Tamalanrea, AKP Muhammadi Mukhtari, Senin (21/6/2021).

Kata dia, usai melakukan aksinya pelaku sempat kabur melarikan dan akhirnya tim Polsek Tamalanrea Makassar meringkus Pakistan di Jalan Batua Raya, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

“Kita ringkus di tempat persembunyiannya,” ujar Mukhtari.

Penangkapan dilakukan setelah polisi menyelidiki postingan facebook yang menawarkan ponsel mirip dengan kepunyaan korban sesuai laporan aduan STPL / 417/VI/2021/Polrestabes Makassar Polsek Tamalanrea, tanggal 14 Juni 2021.

Kepada polisi, Pakistan mengaku dan membenarkan telah melakukan pencurian dengan cara berpura-pura memesan ayam goreng di tempat jualan korban. Pelaku memanfaatkan kelengahan dan situasi lokasi yang sepi. Kemudian mengambil ponsel korban, lalu kabur dengan mengendarai motor.

Mukhtari menyebutkan, dari pendalaman keterangan warga Jalan Abubakar Lambogo, Kecamatan Makassar tersebut sudah berulang kali melakukan tindak pidana pencurian di wilayah hukum Polsek Tamalanrea. Rerata Pakistan mengambil ponsel.

“Pelaku sudah empat kali melakukan pencurian. Menargetkan barang yang tertinggal di dalam mobil yang terparkir. Sebelum TKP BTN Hamzy pernah di depan kampus UIM Mengambil tas di dalam mobil yang berisikan laptop. Kemudian ponsel masih dari dalam mobil,” ungkapnya.

Pakistan mengaku nekat mencuri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Polisi masih melakukan pengembangan guna mencari lokasi dan barang bukti hasil kejahatannya. Akibat perbuatannya Pakistan dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas lima tahun. (Nca)

No Responses

Leave a Reply