Dianggap Semenang-menang, PT Berlindo Siap Bersurat ke Bareskrim

Dianggap Semenang-menang, PT Berlindo Siap Bersurat ke Bareskrim

MAKASSAR – PT Borlindo melalui tim penasehat hukumnya menyayangkan sikap kepolisian dalam penanganan perkara yang menyangkut lahannya tepatnya terletak di jalan Lingkar Barat, Tamanlarea, Makassar.

Jumadi Mansyur, Kordinator Tim Penasehat Hukum PT Borlindo mengatakan pihaknya segera akan menyurat ke Bareskrim Mabes Polri guna mengadukan adanya dugaan ketidakprofesionalan penyidik kepolisian dalam penanganan kasus yang menyangkut lahan milik kliennya tersebut.

Lahan seluas 3500 M2 yang merupakan milik kliennya tersebut berdasarkan bukti kepemilikan yang sah dan terdaftar di data kecamatan.

“Ada akta jual belinya dan itu terdaftar di notaris serta kecamatan. Jadi jelas hak kepemilikan klien kami,” ucap Jumadi saat ditemui di lokasi lahan yang menjadi objek perkara tersebut, Jumat (20/8/2021).

Lahan tersebut, kata Jumadi, awalnya terdiri dari dua rincik masing-masing 1600 M2 dengan dasar persil nomor D III Kohir 988 C I dan luasan 1900 M2 dengan dasar persil nomor 2 D III Kohir 418 C I. Sehingga luasannya menjadi 3500 M2.

“Nah klien saya membeli keduanya dan itu dituangkan dalam akta jual beli dan sementara proses peningkatan status menjadi sertifikat,” terang Jumadi.

Lahan seluas 1600 M2 awalnya merupakan milik Syamsiah kemudian dijual kepada M. Serang selanjutnya kembali dijual kepada Mustari dan terakhir Mustari menjual ke PT. Borlindo yang merupakan klien kami.

Demikian juga, lanjut Jumadi, lahan seluas 1900 M2 awalnya merupakan milik Lallang, kemudian pada tahun 1993 dijual kepada Duppa dan selanjutnya di tahun yang sama lahan tersebut dijual lagi kepada H. Serang. Tak lama kemudian lahan yang dimaksud kembali dijual kepada Mustari dan selanjutnya Mustari menjual ke PT. Borlindo klien kami.

“Jadi semuanya cukup jelas. Tapi kami heran tiba-tiba muncul PT. Parangloe mengklaim sebagian lahan yang dimaksud dengan dasar yang kami juga tak ketahui sampai detik ini. Kalau pun mau dipersoalkan ini juga arahnya ke perdata bukan ranah pidana,” jelas Jumadi.

Ia mengungkapkan, lahan kliennya, PT. Borlindo tersebut sebelumnya sempat dipermasalahkan oleh PT. Indah Mekar Bersama. PT. Indah Mekar itu melaporkan PT. Borlindo atas dugaan penyerobotan lahan.

Namun dalam proses penyelidikan, lanjut Jumadi, kasus yang dituduhkan oleh PT. Indah Mekar tersebut mentah alias dihentikan (A2).

“Alasan dalam SP2HP kasus tersebut jelas bahwa perkara tidak dilanjutkan karena baik PT. Indah Mekar selaku pelapor saat itu dan klien saya selaku terlapor dinyatakan masing-masing memiliki dokumen alas hak yang tercatat di kantor Kecamatan Tamalanrea Indah Makassar. Yah kasusnya jelas murni perdata bukan pidana dan seharusnya berlaku sama dengan yang perkara saat ini yakni yang dilaporkan oleh PT. Parangloe,” Jumadi menandaskan.

Ia berharap penyidik Polda Sulsel segera menghentikan penyelidikan kasus kliennya apalagi terkesan memaksakannya ke ranah pidana.

“Kita tentu keberatan jika kasus ini dilanjutkan karena selain legal standing pelapor dalam hal ini PT. Parangloe tidak jelas juga kalaupun dipermasalahkan ini masalah murni larinya ke perdata,” Jumadi menandaskan.

Kanit 1 Subdit 4 Dit Reskrimum Polda Sulsel, AKP Faisal Syam yang diketahui menangani perkara tersebut dikonfirmasi tidak memberikan jawaban. (Nca)

No Responses

Leave a Reply